Rabu, 28 April 2010

Mulai tumbuh, Mulai Menyenangkan

Seperti janji saya kemarin, Hari ini saya akan membahas tentang masalah tanaman yang akan saya tanam. Sejauh ini sih baru testing aja, soalnya pengalaman menanam belum ada sama sekali :D. Tapi Alhamdulillah bibit yang saya tebar sebagian besar tumbuh semua (Hmm, berbakat juga saya bercocok tanam).

Ada beberapa jenis tanaman yang coba saya tanam (mengulang apa yang sudah saya sebutkan kemarin) tomat, seledri dan bayam. Sudah 2 minggu yang lalu saya tanam, dan benih-benih itu sudah membuat hati saya senang bukan kepalang sekarang ini.

Media tanam yang saya gunakan sebagian besar merupakan sampah anorganik. Selain polibag semuanya saya ambil dari sekitar rumah. Seperti tempat untuk menanam bibit yang tampak pada gambar diatas. Itu menggunakan Styrofoam tempat makanan, daripada terbuang tak terurai dan menjadi akselerator bagi global warming, mendingan dimanfaatkan untuk menanam seperti ini.

Sekarang mari berbagi tentang pengalaman saya menanam bibit-bibit pertama saya ini :

1. Tomat

Ini benih tomatnya, beli yang eceran aja, secara cuman buat nanem di rumah doang. kalo beli di suhardi, batam harganya se-plastik kecil gini 5ribu rupiah. Isinya lumayan banyak, ya kalo jadi semua penuh lah pekarangan rumah (apalagi tomat itu merambat, wuiih).Nah, Tomat merupakan tanaman yang dalam proses tanamnya mesti disemai terlebih dahulu. Oleh karenanya, sebelum dipindah ke pot atau polibag ia harus disemai dulu, pemindahan dilakukan ketika bibit tomat sudah tumbuh daun aslinya minimal 4 biji lah.

Sayangnya, saya lupa menandai kapan waktu pertama kali tanam, sehingga sulit mengidentifikasi berapa lama waktu tumbuhnya. Tapi dalam waktu 2 minggu bibit tomat saya sudah tumbuh segini (lihat gambar di bawah).

Untuk penyemaian yang diperlukan ialah sebuah media untuk penanaman. Disini saya menggunakan styrofoam bekas bungkus makanan. Bahan yang dibutuhkan selanjutnya ialah pupuk kandang/kompos dan tanah dengan perbandingan 1/2 : 1 (tapi saya rasa tanah saja sudah cukup untuk penyemaian). Kemudian tanam benih tomat dengan teratur pada media penanaman agar bagus terlihat ketika tumbuh nanti, setelah itu taburi dengan tanah, tipis saja. Lalu tutup dengan tisu atau koran, kemudian basahi, Simpan di tempat teduh. 3 atau 4 hari kemudian buka tisunya.

mudah-mudahan minggu depan sudah bisa dipindah tanam. Oia, waktu panen normal untuk tomat adalah 3 - 4 bulan.

2. Seledri

Penanaman seledri saya lakukan hampir bersamaan dengan penanaman tomat. Sama seperti tomat juga seledri perlu disemai terlebih dahulu. Untuk pindah tanam seledri mungkin makan waktu 2 minggu lagi.

3. BayamPenanaman bayam bisa langsung dilakukan di pot atau polibag. Cukup mudah. Polibag/Pot diisi dengan tanah gembur dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1. Lalu tebar langsung benih bayam dalam polibag tersebut, Setelah itu cukup disiram. ^^

Masa tumbuh bayam cukup singkat. Dalam sehari sudah mulai tumbuh benih yang ditebar kemarin.

Kalo ini semua berhasil baru ntar tanem banyak-banyak. hehehehee. Demikian ulasannya, ntar disambung lagi . . .
Continue reading...

Selasa, 27 April 2010

Gardening : Menentukan Area Penghijauan

Barusan wara-wiri di FB, terus nemu berita ini (mahalnya menjadi bupati), jadi bingung, kalau penerimaannya tak sebanding dengan pendapatannya kenapa pada berebutan jadi bupati atau pejabat daerah. Padahal kalau dana kampanyenya untuk nyumbang ato sedekah buat yang kelaperan pasti lebih manfaat tu. Pada pengen eksis kali ya, jadi kalau memberi atao wara-wiri harus tetep masuk televisi ato setidaknya masuk di koran besok pagi. Wallahualam
---

Udah ah, ribet ngurusin begituan. Sekarang kembali ke tema go green yang sudah saya tentukan kemarin. Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, pemandangan hijau dan asri tentu sangat sulit didapatkan. Padahal resiko stress menumpuk akibat kemacetan, keriuhan dan beban pekerjaan sudah pasti menghinggapi sebagian besar orang kota. Percaya atau tidak tanaman dapat menjadi suatu sarana relaksasi hanya dengan memandanginya. Oleh karenanya, menyadari hal itu banyak rumah yang menanam bunga dan tanaman hias lainnya untuk menciptakan suasana sejuk, asri dan indah di rumahnya, yang dapat menyegarkan diri, menenangkan diri setelah kerja seharian atau ketika akan berangkat bekerja menyongsong kepenatan.

Nah, berhubung di rumah pohon-pohon (mangga, jambu) dah pada ditebangin, saya jadi berniat untuk mulai menanam kembali. Tapi bukan tanaman keras atau tanaman hias dan bunga (emang saya makan bunga). Saya berencana menanaminya dengan sesuatu yang bisa dinikmati hasilnya secara riil. Saya ingin menanam sayuran di pekarangan rumah saya. \(^^)/

Spot yang akan saya jadikan pekarangan yang terletak di pinggiran dengan luas 270 x 167 cm. Karena sudah disemen jadi ga bisa nanem langsung di tanah ato bikin bedengan. Tapi tetep ga boleh langsung nyerah, There is a will, there is a way! Polybag dan vertikultur jadi jawaban atas permasalahan itu (info tentang vertikultur baca : sukses bertanam sayuran di pekarangan rumah, benny sanusi, agromedia)


Nah, tempat sudah ada, polybag juga sudah beli (di suhardi, sebelah hotel horison nagoya) tinggal yang mau ditanam. rencananya saya mau nyoba nanem bayam ijo, tomat sama seledri. Oia, pohon naga juga ada, mudah2an jadi. Tomat sama seledri sih udah menunjukkan gejala positif, semoga semuanya berhasil tumbuh. Tulisan tentang pembibitannya besok aja deh. sekarang khusus bahas area penghijauan dulu.

Sapa mau ikut? (^^)
Continue reading...

Senin, 26 April 2010

MULAI DENGAN TEMA BARU


Setelah beberapa kali bongkar pasang template akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan template ini -mode putus asa- -_-". Dengan tekad sebulat-bulatnya saya memutuskan untuk mengisi kembali, menggoreskan kembali aktivitas saya dalam blog yang telah lama saya biarkan terbengkalai ini. Dan efeknya setelah lama tidak menulis adalah susah sekali rasanya, bahkan untuk membuat 1 paragraf di awal ini.

Baiklah, sekarang saya sudah kembali. Kalau tadinya segala macam aktivitas yang saya lakukan, saya lihat dan saya dengar semua dituangkan disini, kali ini saya ingin membatasi postingan di blog ini pada tema "menanam di pekarangan".

Loh kok harus tema itu?

Ya suka-suka saya dong, wong blog-nya juga blog saya sendiri.

hehehehee, becanda. Jangan buru-buru tutup tab browsingnya dong. Kenapa tema itu alasannya tentu saja karena pertama, sekarang ini saya sedang bergelut dengan dunia pertanian, perkebunan. Kedua, kalau anda punya sesuatu yang bisa dimanfaatkan tapi dibiarkan terbengkalai apa namaya? Yup bener, m-u-b-a-z-i-r. Jadi itung-itung saya juga sedang menjalankan perintah agama, tidak mubazir.

Lantas yang ketiga, bayangkan kalau di rumah kita penuh dengan tanaman hijau yang bisa menyegarkan mata kita setiap memandangnya, haah, pasti menyenangkan sekali. Nah yang terakhir, semua ini berawal dari membaca buku "Sukses bertanam sayuran di Lahan Sempit" karangannya Benny Sanusi.

And Now, Let's Start The Story..

Continue reading...

Sabtu, 13 Februari 2010

MARIA BERULAH LAGI !!!

Akhirnya menulis lagi,,

setelah beberapa waktu mulai melupakan komitmen yang saya buat di awal kemarin, facebook memang membahayakan (ini serius berbahaya, lihat saja berita, berapa banyak sudah anak hilang korban facebook-an). Hmm, tapi saya masih dalam tahap membahayakan yang berkenan rasanya, belum sampai menghilangkan anak orang.

Baiklah, ini tulisan ke sekian yang diawali dengan kebingungan. Lebih pada sebuah keterpaksaan karena komitmen yang sudah terlanjur diucapkan. Saya mulai dari mana ya? Oya, jadwal menikah saya mungkin akan menjadi sedikit panjang, tahun 2012, menunggu giliran setelah kakak perempuan saya, lalu kegiatan masih menyenangkan seperti biasanya, bahkan lebih luar biasa, saya akan segera dapat pengalaman baru, BERTANI !!! Mungkin saya ceritakan lain waktu, mulai minggu depan, jadi tetap simak blog ini.

Oya, saya ceritakan tentang kabar MARIA saja ya? Mau dengar? Sudahlah anda jawab mau atau tidak pun saya tetap akan menuliskannya.

Sekedar me-review, MARIA adalah nama kucing saya, kucing kampung kurus dengan perpaduan warna bulu jingga dan putih yang dominan. Di tulisan sebelumnya saya telah menceritakan apa yang telah kucing ini berikan (penghuni baru itu.red) sekarang saya akan menceritakan lagi apa yang telah ia berikan pada saya, benar-benar kepada saya.

MARIA adalah tipikal kucing yang gampang sekali hamil menurut saya terlalu sering hingga saya sulit akhirnya mengidentifikasi yang mana pasangannya. bukan masalah sebenarnya sebelum ia menjadi bagian dari rumah kami, tapi begitu menjadi bagian dari rumah kami ada satu lagi yang ia berkan pada saya, sebuah pekerjaan.

Kucing kurus ini sengaja memilih tempat yang sulit untuk melahirkan anaknya, kotak berisi kain yang disediakan tak ia hiraukan. Ia lebih memilih bersalin di atas plafon rumah kami. Masalah dimulai setelah itu, pertama kali kami mengetahui dia melahirkan disana adalah karena ribut suara kucing diatas plafon saat tengah malam, iya beneran tengah malam. Jadilah si Maria itu sukses mengacaukan waktu istirahat kami.

Semenjak itu, tiap hari saya harus naik-turun ke atas plafon untuk memeriksa apakah anak-anak Maria masih hidup atau tidak, dan repotnya hampir tiap hari saya harus mengambil mayat anak kucing yang mati, berhadapan dengan maria yang berubah agresif. sampai tulisan ini ditulis anak kucing itu tinggal tersisa 1 ekor dari total 4 ekor, dan sekarang entah keman perginya tapi anak kucing itu sudah tak lagi menghuni plafon rumah kami.

Sekali lagi gara-gara ulah Maria saya menemukan sesuatu, rumah yang saya kira kecdil dan sempit ini ternyata begitu luasnya. terbukti ada bagian dari rumah saya yang masih jarang saya kunjungi. Kadang kebiasaan mengeluh membuat kita melupakan anugrah apa yang kita miliki saat ini.
Continue reading...

Kamis, 21 Januari 2010

KAYA ITU GRATIS !!!

Iseng2 klik ini aja. KAYA ITU GRATIS ! !

DAFTAR GRATIS !! (DIJAMIN)

For your passive income

Coba aja, ga ada salahnya, GRATIS, ga rugi apapun ! Continue reading...

Jumat, 08 Januari 2010

TETAP MENGASAH


Ada seorang saudagar kaya raya dan rendah hati ingin memberi pekerjaan kepada seorang petani yang kuat. Suatu hari dipanggillah seorang petani tersebut,

"Wahai bapak yg memiliki tubuh yg sangat kuat, aku ingin memberimu hadiah 1000 keping emas, tapi ada syaratnya."

“Apa syaratnya tuan?” Tanya sang petani.

“Saya akan memberikan 1000 keping uang emas kepadamu jika kamu mampu menebang 1000 pohon di kebunku dalam waktu 100 hari, jika dalam 100 hari kamu menebang pohon kurang dari itu maka hadiah tersebut tidak akan aku berikan” jawab sang saudagar.

Wow ...berarti dengan menebang sebatang pohon dia akan dibayar dengan sekeping uang emas? Dengan modal badan yang kuat dan kapak yang tajam serta impian untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya, sang petani menyanggupi, “ Saya akan melakukannya tuan.”

Syarat itu berusaha dipenuhi dengan diperlihatkan keberhasilannya menebang 20 pohon dengan mudah di hari pertama, setelah itu sang petani itu pun pulang untuk istirahat sambil membawa kapak yg digunakan menebang pohon tersebut.

Sang petani berpikir apabila di hari pertama saja sudah berhasil menebang 20 pohon, hampir bisa dipastikan jika syarat itu pasti terpenuhi.

Ternyata setelah tiba hari ke-100 syarat itu "gagal" terpenuhi karena sang petani hanya mampu menebang 500 pohon.

Lalu dimana letak kegagalannya??? Padahal tubuh sang petani kuat dan semangatnya begitu tinggi? Apakah karena tidak terbiasa menebang pohon? Tapi di hari pertama kan sudah berhasil menebang 20 pohon? Jadi kalau dihitung khan 100 x 20 = 2000 pohon? Bahkan seharusnya bisa selesai dalam 50 hari? Lalu dimana letak kesalahannya???

Setelah diteliti secara detail akhirnya di temukanlah sebuah kesalahan yg sangat fatal, yaitu sang petani itu hanya mengandalkan kekuatannya dia menggunakan kapaknya setiap menebang pohon secara terus-menerus dan lupa mengasahnya sehingga hari demi hari kapak itu menjadi tumpul dan tidak setajam ketika hari pertama.

Sahabat …
Apabila kisah di atas kita hubungkan dengan kehidupan kita, ternyata masih banyak diantara kita yang melakukan kesalahan yang sama dengan yang dilakukan sang petani tersebut.

Sang petani sebenarnya sudah bagus, dia berani mengambil tantangan sang saudagar dan menggapai impian 1000 keping emas untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Karena berapa banyak orang yang tidak berani mengambil tantangan dan menggapai impian yang besar. Mereka mempunyai prinsip hidup seperti air mengalir saja. Tidak perlu tujuan dan cita-cita yang besar. Dan sang petani tidak seperti itu, dia berani menggapai impian yang besar dan berani membayar harganya.

Tetapi impian besar dan semangat tinggi tidak cukup.

Kita mempunyai cita-cita dan impian yang besar. Menjadi manusia yang SUKSES dalam segala hal. Sukses sebagai pribadi yang baik dan sholeh sampai akhir hayat. Sukses membina keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Sukses dalam karir dan bisnis. Sukses menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak. Dan sukses yang sesungguhnya yaitu selamat dari siksa neraka dan mendapat rahmat Allah dimasukkan ke dalam surga…

Itu semua adalah impian dan cita-cita yang besar. Semakin besar impian pasti semakin sulit mencapainya, Dan pasti akan menghadapi tantangan dan masalah yang besar .Tapi kita lebih suka menjadi orang yang tidak suka perubahan. Kita malas mengasah kemampuan diri kita.

Manusia adalah makhluk yang kompleks. Banyak hal yang harus diasah untuk mencapai impiannya. Mengasah kesehatan fisik kita dengan berolahraga, Mengasah kemampuan berpikir dengan banyak membaca dan belajar, Mengasah ruhani kita dengan banyak membaca Al-Quran, hadir di majlis taklim/dzikir, dan beribadah, Mengasah jiwa kita dengan memberikan cinta dan kasih sayang kepada orang lain, Mengasah kemampuan skill dengan berlatih dan beraktivitas, Mengasah kemampuan berbisnis kita dengan belajar kepada orang sukses, Mengasah kepemimpinan kita dengan memimpin diri sendiri dan keteladanan, Mengasah kesadaran kita dengan banyak merenung dan bermuhasabah, Mengasah semangat kita dengan berkumpul bersama orang-orang positif

Insya Allah dengan selalu mengasah hal tersebut diatas, apapun impian anda akan tercapai selama Allah berkehendak...Yang jelas sesuai firman-Nya :

INNALLAAHA LAA YUGHOYYIRU MAA BI QOUMIN HATTAA YUGHOYYIRUU MAA FII ANFUSIHIM
" Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah 'dirinya sendiri' (maa fii anfusihim)."

OK… AMBIL TANTANGAN…. DAN JANGAN LUPA ASAH KAPAK ANDA !!!
Continue reading...

Kamis, 07 Januari 2010

ANGGOTA DEWAN MEMANG WAJIB BERANTEM


Sepulang dari nagoya Hill kemarin saya melihat liputan di METRO TV tentang perseteruan antara Gayus dan Ruhut. Terpaksa saya berhenti sejenak untuk melihat liputan tersebut, menarik sekali menurut saya. Memang harus begini, menjadi anggota dewan memang harus adu mulut seperti ini. Jangankan cuma adu mulut kalau perlu mereka harusnya sampai berantem.

Berikut petikan adu mulut kedua politisi tersebut, yang tentunya, dilakukan dengan nada suara tinggi, bahkan berteriak. saya ambil dari batam pos :

RUHUT dan GAYUS

"Ruhut : Anda sebagai pimpinan harus tegas, jangan molor-molor gini. (dengan logat khas Batak nya)

Gayus : Ada waktunya anda menyampaikan pendapat internal dan eksternal, yang ini cukup.

Ruhut : Oke, tapi kalau begitu pimpinan, kita konsekuen, sampai jam 4 pagi pun juga oke. Akupun sampai seminggu disini juga siap, buktinya aku duduk terus.
Jangan nanti anda tanya trus nanti anda keluar, saya gak setuju.

Gayus : Anda minta saya keluar?

Ruhut : Enggak, saudara jangan marah-marah. Kemarin anda sudah marahi saya terus keluar.

Gayus
: Memangnya Anda melihat saya keluar?

Ruhut : Oke jangan marah-marah, sebentar, aduh marah-maraaah, kamu ini profesor. Aku ini nggak profesor tapi nggak marah-marah.

Gayus : Anda jangan kurang ajar nyebut profesor.

Ruhut : Saya nggak ngomong kurang ajar. Terima kasih boosss...

Gayus : Jangan kurang ajar kau.

Ruhut : Kau yang jangan kurang ajar. Kenapa, nggak senang, kau lempar palu ke aku. (menantang)

Gayus : Sudah...sudah...harusnya Pansus menegur Ruhut supaya dikembalikan ke fraksinya karena selalu bikin gaduh...

Ruhut : Apa urusannya, kau PDIP, aku Demokrat...aku hanya ingin fair, PDIP sudah banyak (waktunya)...fraksi lainnya hanya 20 menit, mentang-mentang... terimakasih.

Gayus : Hak pimpinan sangat penuh untuk mengatur, Anda jangan mengacaukan rapat ini.

Ruhut : Di sini sama kita pimpinan. Terima kasiiiih...profesoooor.

Gayus : Sudah...kamu sudah...

Ruhut : Ya sudah, jangan ngoceh lagi...

Gayus : Saya tanya, sudah belum?...yang mimpin saya, bukan Anda

Ruhut : Sesama anggota pansus, kita berdiri sama tinggi

Gayus : Siapa bilang tinggi aku ama kau (ruangan riuh karena tawa keras)

Ruhut : Idrus Marham, tolong ambil alih dulu nih..wakil saudara ini sudah mulai aneh-aneh

Gayus : Diam kau

Ruhut : Jangan bilang diam

Gayus : Satu kalimat, Diam kau!

Ruhut : Kau yang diam, bangsat !!! (suasana makin riuh)

Gayus : Hei, Anda menyebut kata-kata kotor untuk pimpinan

Ruhut : Heh, Anda apa dari tadi nggak kotor. Anda gak boleh begitu.

Gayus : Diam kau!!

Anggota pansus lain coba terus melerai : Sudah...sudah...sudah... "


Seru kan.

Continue reading...

ORANG BODOH VS ORANG PINTAR


By Mario Teguh


Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
' meratap-ratap ' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.


PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??


KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ' resiko ' dan ' berusaha ' ,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...

Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...

Stay Super.....

Salam,
Mario Teguh...
Continue reading...

Selasa, 05 Januari 2010

Barang Dagangan

BR-001

BR-002

BR-003

BR-004

BR-005

Silakan dipilih nih!
pemesanan dan info lebih lanjut hubungi :
0856 6832 5092


Continue reading...

Senin, 04 Januari 2010

Let's We Call It, PNSpreneur !


"Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat."

Saya dapat kutipan di atas dari sebuah catatan di facebook (klik disini untuk baca selengkpapnya). Judulnya "PNS cocok untuk siapa?" Menarik membaca artikel ini terlebih lagi poin yang saya kutip ini mengingat fenomena PNS lover yang terjadi di negeri ini. PNS merupakan profesi impian bagi setiap orang di negeri ini, pokoknya kalu sudah jadi PNS kehidupan sampe meninggal nanti bakal terjamin. Itu anggapannya. Berangkat dari persepsi seperti ini maka ketika ada lowongan PNS tak tanggung-tanggung, ribuan orang mengadu nasib mendapatkan status PNS tersebut.

Lalu, salahkah menjadi PNS tersebut? O, tentu saja tidak. PNS itu abdi masyarakat, pekerjaan mulia. Hanya saja di lapangan tak seperti itu kenyataannya. kerap kali para PNS tersebut bertindak sesukanya bahkan cenderung semena-mena dalam memberikan layanan kepada masyarakat. (Coba deh bandingin masuk ke bank sama masuk ke Kecamatan)

Nah, jadi memang tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, tapi tentu saja saya tidak senang dengan teman-teman sesama aktivis yang ikut-ikutan jadi PNS. PNS itu simbol kenyamanan, aktivis yang sudah terbiasa dengan ketidaknyamanan harusnya malu ketika masuk dalam zona nyaman. Ini opini saya, kalau anda punya pendapat lain ya terserah.

Nyaman
Sekarang mari kita bahas, kenapa PNS adalah simbol kenyamanan. menjadi PNS artinya anda akan dapat penghasilan seumur hidup (walaupun terbatas). Pekerjaan ini minus resiko, Bahkan saat ketika tidak bekerja lagi pun mereka akan tetap dibayar. Nyaman kan? Jelas! ini yang dicari, JAMINAN MASA TUA yang jelas. Padahal kejelasan pendapatan sama dengan ketidakjelasan masa depan.

Hukum menjadi PNS adalah "Susah masuk, susah keluar". Susah untuk mendapatkan status PNS dan susah untuk keluar dari PNS. Berbeda dengan di perusahaan yang ada kemungkinan untuk diberhentikan atau dipecat, menjadi PNS kemungkinan untuk itu sangat kecil. Kalau tidak karena pelanggaran berat seperti narkoba atau Zina maka pemecatan tak akan bisa dilakukan. Jadi kalau cuman sekedar tidak disiplin atau pelayanan tidak memuaskan paling mentok hukumannya dimutasi ke daerah lain atau penundaan kenaikan pangkat.

Mungkin perlu ada revolusi besar-besaran untuk meniadakan kenyamanan seperti ini di dalam dunia PNS.

PNS+Entrepreneur
Pernah dengar Kulinerpreneur, Technopreneur atau Creativepreneur? Nah ternyata dimanapun kita berada kita bisa menjadi entrepreneur. Hanya saja harus diperhatikan dimana diaplikasikannya. Jika penempatannya tepat ia akan berakhir dengan hasil yang positif tapi kalau salah tentu saja bisa destruktif.

Menurut wikipedia, pengertian entrepreneur adalah "a person who has possession of a new enterprise, venture or idea, and assumes significant accountability for the inherent risks and the outcome. He or she is an ambitious leader who combines land, labor, and capital to often create and market new goods or services."

Berangkat dari pengertian tersebut jika digabungkan dengan profesi sebagai PNS maka akan sangat berbahaya jadinya. Bagi PNS yang memiliki jiwa entrepreneur ini, ia akan melihat setiap PELUANG yang ada dalam institusinya sebagai UANG. Hasilnya kerugian angagaran rakyat, korupsi Mega Raksasa kemungkinan besar terjadi.

Closing
Jadi, jika kita memiliki jiwa entrepreneur maka jauhkan pikiran untuk menjadi PNS. fokuslah menjadi seorang entrepreneur. Toh lebih aman dan enak, karena kalaupun kaya dengan menjadi seorang entrepreneur sejati maka kita tidak jadi pembicaraan orang banyak. Berbeda sekali kalau kita jadi PNS kaya, orang-orang bakal banyak yang mikir "ni orang pasti korupsi, kalo ngurus-ngurus mesti selalu minta administrasi"

Huuft, pasti hidup seperti ini sama sekali jauh dari kata nyaman dan menggembirakan.

Continue reading...

Sabtu, 02 Januari 2010

Jadi Tertawalah ! ! !


Memulai menulis di blog kembali artinya saya harus mulai dari awal lagi. Yah tidak terlalu awal juga, mungkin cukup me-refresh sedikit otak saya. Untuk memulai kegiatan menulis hal yang saya yakini sampai saat ini adalah "membaca". Heran rasanya kalau mendengar ada orang yang suka menulis tapi tak suka membaca, betapa sombongnya orang seperti ini menurut saya. Menurut saya loh, kalau menurut sampeyan wajar ya silakan.

Oya, memulai tulisan ini sebelumnya saya ingin memberikan tebak-tebakan untuk mereka yang sudi membaca. Jawabannya boleh tulis di kolom komentara atau shoutmix yang ada di sebelah kanan. "Binatang apa yang namanya cuman 1 huruf selain I KAN?" Jawab dan mulailah dengan tertawa, karena tawa akan mengubah keseluruhan hari anda. Saya JAMIN!!

Baiklah jadi tulisan ini tentang apa sebenarnya? Hanya ugkapan hati sebenarnya. Bagi yang tak berkenan boleh segera berhenti membaca. Hehehee,,

Tapi kalau memang anda ingin meneruskan membaca tulisan ini maka saya akan berikan anda manfaat dari membaca tulisan ini, pertama membaca dan kedua tertawa. 2 hal ini adalah yang terpenting untuk saya saat ini. dengan 2 kegiatan ini saya memperoleh kebahagiaan saya. Efeknya jangan tanya lagi, keseluruhan hidup anda akan berubah menjadi sepenuhnya kegembiraan sekalipun anda seorang pengangguran. Tapi bukan kemudian diam tanpa berusaha, pasrah jadi pengangguran. Tetap saja harus berusaha, mencari peluang menjadi UANG.

Jadi segera temukan hal-hal yang membuat anda gembira, jangan biarkan kesedihan masuk merusak hari indah anda.
Continue reading...

Jumat, 01 Januari 2010

2010, Tahun Baru, Target Baru


Tak terasa sudah tahun 2010, aduh tinggal 2 tahun lagi sampai kiamat tiba. Tidaaaak!

Becanda, sok tau sekali orang yang bilang 2012 kiamat dunia, dasar ga beragama (semoga tak kena UU ITE)

Memasuki tahun 2010 ini ada beberapa hal yang ingin saya lakukan kembali. salah satunya adalah menulis, mengaktifkan kembali blog ini. Semenjak berkenalan dengan facebook, praktis kegiatan menulis saya hanya di media itu, cuman beberapa baris, payah sekali. Tapi salut buat pencipta facebook, si zuckerberg itu. Dia berhasil menemukan keinginan terdalam manusia. Mengetahui keinginan dasra manusia untuk menjadi perhatian. Great!

Jadi terhitung mulai hari ini (1 Januari 2010) saya nyatakan blog ini resmi dibuka kembali.

Jadi buat teman-teman semua harap tetap kunjungi blog ini, karena yang punya masih belum mati.

Sukses buat kita semua


*Ps : Target postingan tahun ini = 300 postingan
Continue reading...

Senin, 16 November 2009

THE LAST SAMURAI, JEPANG MEMANG MENGAGUMKAN



Sekali lagi saya membuktikan bahwa untuk urusan update film saya adalah orang yang paling ketinggalan. Malam ini, saya baru saja selesai menonton film The Last Samurai. Berawal dari kegelisahan karena kapasitas disk D di laptop mulai penuh, maka saya mulai mencari file apa yang seharusnya dihapus. Saat mencari di folder film (folder ini yang ukuran datanya paling besar) saya menemukan file film ini. Alhasil, alih-alih meremajakan harddisk saya mulai asyik menonton.

The Story
Film ini bermula ketika Nathan Algren (Tom Cruise) seorang mantan kapten perang ditawari melatih pasukan Jepang untuk menumpas pemberontak. Hal yang mengingatkannya kembali akan kenangan masa lalunya ketika ia menjadi kapten saat perang melawan pasukan Indian. Dengan diimingi gaji yang tinggi akhirnya Algren menerima permintaan tersebut.

Dimulailah latihan tersebut. Para pasukan Jepang yang berasal dari rakyat jelata dan petani dilatih untuk menggunakan senapan mesin. Saat pasukan masih belum mahir menggunakan senjata perintah perang melawan pemberontak telah diserukan. Berawal dari diserangnya kereta milik kaisar oleh kelompok Katsumoto (Ken Watanabe), Omura juru bicara kaisar memerintahkan agar prajurit yang masih amatir ini turun berperang.

Hasilnya dapat diterka, kalah telak. Algren yang menolak mundur melihat dari garis belakang ditawan oleh Katsumoto. Dibawa ke desa markas pasukan pemberontak Algren dirawat oleh Taka (Koyuki) seorang istri dari prajurit Katsumoto yang dibunuhnya. Kepatuhan Taka pada Katsumoto membuatnya tetap merawat Algren dengan baik sekalipun dalam hati ia dendam karena suaminya terbunuh.

Perlahan Algren mengenal kultur budaya para pasukan samurai yang disebut pemberontak itu. Pasukan yang terasingkan dan dianggap pemberontak karena kemajuan zaman, pasukan yang turun temurun melindungi rakyat dan terlupakan karena budaya mulai terlupakan, pasukan yang dianggap pemberontak hanya karena ingin melindungi kaisar dari budaya asing. Algren yang sedikit-sedikit mempelajari budaya samurai itu mulai mencintai apa yang tadinya menjadi musuhnya.

Para Samurai itu sejak bangun pagi hari senantiasa mendedikasikan dirinya untuk kesempurnaan. Sebuah kedisiplinan yang belum pernah dilihatnya selama ini. Sampai akhirnya ia mendapatkan inti tentang semangat ksatria, semangat bushido. Sebuah budaya yang mengontrol seluruh tindakan rakyat jepang, para samurai.

Di akhir cerita, film ini berkisah tragis. Seluruh pasukan samurai kecuali Algren tewas di peperangan. Namun semangat pantang menyerah dari para samurai itu berhasil menyadarkan para pasukan jepang akan siapa sebenarnya yang mereka lawan. Ksatria pelindung mereka selama ini.

Terbukti, kematian Katsumoto yang merupakan guru kaisar beserta seluruh samurai lainnya tidak sia-sia. Kaisar yang selama ini dikontrol Omura mulai mengambil sikap. Ia membatalkan perjanjian kerjasama dengan Amerika karena tak menguntungkan rakyatnya. Ia ingat kembali dengan semangat samurai yang diajarkan Katsumoto, bahwa modernitas tak harus membuat kita lupa dari mana kita berasal.

Selesai nonton
Sekali lagi setelah nonton film ini saya makin mengagumi Jepang. Apapun tentang Negara ini selalu menarik ketika ia dikisahkan. Nampak jelas sekali kalau Jepang sangat menghargai budayanya. Mengangkat budayanya lewat modernitas agar dikenal, disenangi dan dikagumi oleh seluruh dunia. Pakaian, adat, sopan santun, etika semua diperlihatkan.

Siapa yang tidak tahu kalau orang Jepang akan membungkuk ketika memberi salam sebagai penghormatan. Siapa yang tidak tahu kalau Ramen, Sake, Dorayaki adalah makanan khas jepang dan siapa yang tidak tahu instrument musik Jepang tanpa harus menunggu syairnya dinyanyikan.

Di film, komik, animasi semua tak lupa menampilkan itu. Sebuah media untuk memperkenalkan budayanya pada dunia. Dan terbukti berhasil bahkan mampu membuat anak-anak muda di sebuah Negara besar banyak yang meniru gaya mereka.

Akhirnya saya hanya bisa merenung, di Negara saya ada budaya yang harus di klaim dulu oleh Negara tetangga baru sibuk dipromosikan, di Negara saya ada makanan yang dicuri oleh Negara tetangga baru sibuk mengganyang. Bingung, padahal ketika tak ada klaim barang tersebut tak pernah menjadi sesuatu yang penting, tak dipedulikan sama sekali. Lantas kenapa marah kalau barang yang tak kita pedulikan itu diambil orang karena mereka anggap itu sangat berharga. Mungkin kita perlu sedikit menumbuhkan kesadaran untuk mencintai budaya kita sendiri. Menyertakannya di setiap karya yang kita buat. Kalau misalnya ngeband coba masukin angklung sebagai salah satu alat musiknya. Kalau bikin pementasan teater pake dong batiknya, atau kalau bikin puisi kenapa ga coba pake bahasa daerah.

Hmm, susah kalau anggapan keren adalah seperti Negara super power.

Tapi kemudian saya ingat, apa yang sudah saya lakukan untuk melestarikan budaya Negara ini. Main musik jelas saya tak bisa, ikut teater saya bukan aktor yang bisa bermain teater, bikin puisi dan membacakannya, ah saya terlalu malu. Tak ada yang bisa saya lakukan, hmm tidak juga. Kalau saya tidak bisa itu semua mungkin saya cukup tersenyum setiap kali bertemu orang agar bangsa ini tetap dikenal keramahannya.

Continue reading...

Kamis, 05 November 2009

One Day at Batam! (Part 2)

Continue reading...

Rabu, 04 November 2009

One Day at Batam!

Tebak ini dimana?
Continue reading...

Senin, 28 September 2009

LINTAH

Semoga dia bukan LINTAH..

-kekhawatiran setelah melihat situasi dan kemiripan dengan cerita Djenar Maesa Ayu- Continue reading...

Selasa, 08 September 2009

PILKARET DI KAMPUNG SAYA (Bagian -1)

“Ya Alloh Lunasilah hutang-hutangku, serta jauhkanlah aku dari kemalasan serta kemiskinan”
Amiiin.

Sengaja saya buka dengan doa seperti ini karena akhir-akhir ini saya malas sekali menulis. Alhasil jadilah blog ini seperti terbengkalai. Ada banyak hal yang ingin saya tuliskan sebenarnya, kegelisahan, cemas, bahagia, sedih dan lainnya hanya saja ketika ia diniatkan agar menjadi tulisan maka kemalasan dengan derasnya melanda.

Semenjak lulus kuliah kemarin praktis seharian saya di rumah terus. Harusnya menulis bisa menjadi lebih produktif karena tak ada kerja lainnya, tapi ternyata saya salah. Diam membuat saya jadi tak peka dengan keadaan sekeliling. Berita saya ketinggalan, informasi kehilangan, hasilnya saya makin terpuruk dalam kemalasan.

Ternyata benar adanya, emotion depend on motion. Ketika diam maka emosi juga cenderung stabil tak ada yang membuatnya menggelegak sedemikian rupa. Tapi akhirnya saya tahu, cara untuk mengatsinya mudah saja. Saya harus terus bergerak.

Banyak hal yang terjadi belakangan ini, mulai dari konflik Indonesia – Malaysia, Pelantikan anggota dewan yang baru, tawaran pekerjaan, Target menamatkan novel baru, proses pencarian novel yang akan diterbitkan hingga Ibu saya yang menolak ditawari jadi RT.

Saya tak ingin membahas semuanya. Konflik Indonesia – Malaysia, saya malas menanggapi masalah adu domba seperti ini. Pelantikan anggota dewan yang baru, harapan saya semoga mereka bisa menjaga dirinya sendiri dari godaan di dewan selama 5 tahun ke depan. Tawaran pekerjaan, saya masih belum berminat untuk mencari kerja [di Lobam, terancam tidak lebaran nanti]. Novel “Negeri 5 Menara”, ini novel wajib baca sepertinya. Tinggal tunggu dia jadi best seller dan semua orang rebutan buat beli. Selanjutnya dalam 2 minggu ini sudah ada 2 orang yang mengirimkan naskahnya untuk diterbitkan di newParadigma, tinggal proses seleksi.

Nah, ini yang terakhir dan terpenting. Pemilihan RT di kampung saya.

Saya ingin membahas tentang ini. Rasanya lebih menarik. Tidak terlalu rumit, jadi tidak terlalu memaksakan otak saya bekerja terlalu keras. Maklum punya saya cukup pas-pasan, takutnya bakal overheat kalau terlalu dipaksakan.

Tapi sayang, rasanya saya sudah terlalu mengantuk. Cerita tentang pemilihan RT di kampung saya terpaksa harus ditunda di postingan selanjutnya.

***

Continue reading...

Senin, 31 Agustus 2009

MENCINTAI PUASA

Bulan ini semua Puasa,
Anak kecil, remaja, pria, wanita, orang tua,
Yang berakal semua puasa,
Bahkan setan-setanpun berpuasa dari pekerjaan
Sehari-harinya,,

Kalau ada orang yang tetap bersikeras melakukan
Pelanggaran seperti biasanya,
Mengumbar hawa nafsunya dan tindakan sesukanya,
Pastilah karena ruh setaniyah sudah benar merasuk
Dalam dirinya,,

Mereka yang berakal harusnya mampu menjadi
Manusia puasa di sisi rekan-rekannya yang lebih memilih
Menjadi manusia kenduri,
Karena makhluk paling mulia di sisi Tuhan tentulah
Manusia puasa,
Sebuah hidangan terbaik yang bisa kita sajikan pada Tuhan,

Hanya manusia puasa yang bisa merasakan
Nikmatnya berbuka,
Hanya mereka yang mengalami keterpisahan
Yang bisa merasakan Nikmatnya Kebersamaan

Hanya itu kata-kata yang mampu kutuliskan untuk
Orang yang benar-benar aku Cintai

(my room, 310809, 6.26) Continue reading...

Kamis, 13 Agustus 2009

Seperti Hidup Kembali,,


Kau temukan aku..
Ketika ku rapuh..
Terdampar membisu seperti debu

Matahari..
Seakan tak lagi..
Menyinari hati sepi ini..

Kau temukan aku ketika aku jatuh
Terhempas membisu terbalut pilu

Matahari seakan tak lagi..
Menyinari hati sepi ini

Luka tertinggal dihati..
Terlalu dalam untuk pergi..
Melumpuhkan seluruh hidupku..
Hidupku..


Beri aku cinta..
Beri aku rasa..
Agar aku bisa seperti dirimu..

Beri aku sentuhmu..
Beri aku rindumu..
Agar aku bisa..
Seperti hidup kembali..


Kau nyalakan cahaya hati..
Yang telah mati..
Kau terangi gelap dihati..
Bangkitkan jiwaku..
Dari mimpi burukku..


download lagunya disini

Continue reading...

Senin, 10 Agustus 2009

3 Tahun Belakangan Ini,,

Malam tadi sambil menunggu pesan singkat dari seseorang, saya mendapatkan sebuah pesan dari teman saya. Teman satu ini banyak menginspirasi saya dalam kehidupan kampus saya. Secara fisik tak ada yang terlalu istimewa darinya hanya saja kepercayaan diri serta tekadnya menjadikan tampilan fisiknya itu tak lagi menjadi penting. Ya, saya menghormatinya dengan sangat.

Isi pesan singkat yang dikirimkan pada saya dan teman yang lain tentunya (salah satu cara untuk menghabiskan bonus sms) adalah :

“Selamet ya bro,
12 hr lg uda gak jd mhs da jd amd.
Kalo dpt info gawe atw usha jarngan
jangn puts”


Langsung ada yang menohok seketika saat saya membaca pesan ini. 3 tahun rasanya cepat berlalu, baru kemarin rasanya mengalami OSPEK dan sekarang hanya tinggal 12 hari lagi saya memiliki status sebagai mahasiswa. Kehidupan kampus akan segera berakhir dan kehidupan sesunguhnya akan segera dimulai, sebuah Universitas Kehidupan yang sangat luas. 3 tahun di kampus saat ini adalah laboratorium, tempat uji coba untuk masuk ke universitas kehidupan. Semuanya akan diuji, akan menjadi apakah setelah tamat kuliah, menjadi mutiara atau sampah.

Nostalgia semasa kuliah rasanya kembali berputar dalam ingatan saya saat itu. Ya, kampus itu telah memberikan saya berjuta warna baru bagi kehidupan saya. Di kampus itu saya bertransformasi menjadi orang yang berbeda dari saat saya sekolah dulu. Dan proses transformasi ini saya anggap sebagai sebuah keberhasilan dari kenaikan mutu hidup saya sebagai seorang manusia. Karena kalau selama 3 tahun ini tak ada perubahan berarti dalam diri saya maka pastilah kegagalan akan mewarnai kehidupan saya selanjutnya.

Banyak hal terjadi di kampus itu, suka, duka, marah, benci, cinta, orasi, retorika, organisasi, teman, rival, sahabat, keluarga dan banyak lagi lainnya.

Terlalu banyak yang ditanamkan sehingga tak ingin rasanya kehilangan, karena akan terlalu banyak yang harus hilang kalau itu sampai terjadi. Kalau pun harus berpisah saya tak ingin kehilangan. Biarlah rasa itu tetap seperti ini.

Saya mencintai semuanya..

***

Continue reading...