Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2009

THE LAST SAMURAI, JEPANG MEMANG MENGAGUMKAN



Sekali lagi saya membuktikan bahwa untuk urusan update film saya adalah orang yang paling ketinggalan. Malam ini, saya baru saja selesai menonton film The Last Samurai. Berawal dari kegelisahan karena kapasitas disk D di laptop mulai penuh, maka saya mulai mencari file apa yang seharusnya dihapus. Saat mencari di folder film (folder ini yang ukuran datanya paling besar) saya menemukan file film ini. Alhasil, alih-alih meremajakan harddisk saya mulai asyik menonton.

The Story
Film ini bermula ketika Nathan Algren (Tom Cruise) seorang mantan kapten perang ditawari melatih pasukan Jepang untuk menumpas pemberontak. Hal yang mengingatkannya kembali akan kenangan masa lalunya ketika ia menjadi kapten saat perang melawan pasukan Indian. Dengan diimingi gaji yang tinggi akhirnya Algren menerima permintaan tersebut.

Dimulailah latihan tersebut. Para pasukan Jepang yang berasal dari rakyat jelata dan petani dilatih untuk menggunakan senapan mesin. Saat pasukan masih belum mahir menggunakan senjata perintah perang melawan pemberontak telah diserukan. Berawal dari diserangnya kereta milik kaisar oleh kelompok Katsumoto (Ken Watanabe), Omura juru bicara kaisar memerintahkan agar prajurit yang masih amatir ini turun berperang.

Hasilnya dapat diterka, kalah telak. Algren yang menolak mundur melihat dari garis belakang ditawan oleh Katsumoto. Dibawa ke desa markas pasukan pemberontak Algren dirawat oleh Taka (Koyuki) seorang istri dari prajurit Katsumoto yang dibunuhnya. Kepatuhan Taka pada Katsumoto membuatnya tetap merawat Algren dengan baik sekalipun dalam hati ia dendam karena suaminya terbunuh.

Perlahan Algren mengenal kultur budaya para pasukan samurai yang disebut pemberontak itu. Pasukan yang terasingkan dan dianggap pemberontak karena kemajuan zaman, pasukan yang turun temurun melindungi rakyat dan terlupakan karena budaya mulai terlupakan, pasukan yang dianggap pemberontak hanya karena ingin melindungi kaisar dari budaya asing. Algren yang sedikit-sedikit mempelajari budaya samurai itu mulai mencintai apa yang tadinya menjadi musuhnya.

Para Samurai itu sejak bangun pagi hari senantiasa mendedikasikan dirinya untuk kesempurnaan. Sebuah kedisiplinan yang belum pernah dilihatnya selama ini. Sampai akhirnya ia mendapatkan inti tentang semangat ksatria, semangat bushido. Sebuah budaya yang mengontrol seluruh tindakan rakyat jepang, para samurai.

Di akhir cerita, film ini berkisah tragis. Seluruh pasukan samurai kecuali Algren tewas di peperangan. Namun semangat pantang menyerah dari para samurai itu berhasil menyadarkan para pasukan jepang akan siapa sebenarnya yang mereka lawan. Ksatria pelindung mereka selama ini.

Terbukti, kematian Katsumoto yang merupakan guru kaisar beserta seluruh samurai lainnya tidak sia-sia. Kaisar yang selama ini dikontrol Omura mulai mengambil sikap. Ia membatalkan perjanjian kerjasama dengan Amerika karena tak menguntungkan rakyatnya. Ia ingat kembali dengan semangat samurai yang diajarkan Katsumoto, bahwa modernitas tak harus membuat kita lupa dari mana kita berasal.

Selesai nonton
Sekali lagi setelah nonton film ini saya makin mengagumi Jepang. Apapun tentang Negara ini selalu menarik ketika ia dikisahkan. Nampak jelas sekali kalau Jepang sangat menghargai budayanya. Mengangkat budayanya lewat modernitas agar dikenal, disenangi dan dikagumi oleh seluruh dunia. Pakaian, adat, sopan santun, etika semua diperlihatkan.

Siapa yang tidak tahu kalau orang Jepang akan membungkuk ketika memberi salam sebagai penghormatan. Siapa yang tidak tahu kalau Ramen, Sake, Dorayaki adalah makanan khas jepang dan siapa yang tidak tahu instrument musik Jepang tanpa harus menunggu syairnya dinyanyikan.

Di film, komik, animasi semua tak lupa menampilkan itu. Sebuah media untuk memperkenalkan budayanya pada dunia. Dan terbukti berhasil bahkan mampu membuat anak-anak muda di sebuah Negara besar banyak yang meniru gaya mereka.

Akhirnya saya hanya bisa merenung, di Negara saya ada budaya yang harus di klaim dulu oleh Negara tetangga baru sibuk dipromosikan, di Negara saya ada makanan yang dicuri oleh Negara tetangga baru sibuk mengganyang. Bingung, padahal ketika tak ada klaim barang tersebut tak pernah menjadi sesuatu yang penting, tak dipedulikan sama sekali. Lantas kenapa marah kalau barang yang tak kita pedulikan itu diambil orang karena mereka anggap itu sangat berharga. Mungkin kita perlu sedikit menumbuhkan kesadaran untuk mencintai budaya kita sendiri. Menyertakannya di setiap karya yang kita buat. Kalau misalnya ngeband coba masukin angklung sebagai salah satu alat musiknya. Kalau bikin pementasan teater pake dong batiknya, atau kalau bikin puisi kenapa ga coba pake bahasa daerah.

Hmm, susah kalau anggapan keren adalah seperti Negara super power.

Tapi kemudian saya ingat, apa yang sudah saya lakukan untuk melestarikan budaya Negara ini. Main musik jelas saya tak bisa, ikut teater saya bukan aktor yang bisa bermain teater, bikin puisi dan membacakannya, ah saya terlalu malu. Tak ada yang bisa saya lakukan, hmm tidak juga. Kalau saya tidak bisa itu semua mungkin saya cukup tersenyum setiap kali bertemu orang agar bangsa ini tetap dikenal keramahannya.

Continue reading...

Selasa, 05 Mei 2009

SEBAGIAN Karakteristik DAKWAH Ikhwan


3. Menjauhi Partai dan Golongan
Perihal menjauhi partai-partai dan golongan-golongan, dikarenakan banyaknya pertentangan dan saling merendahkan antara golongan yang ada, dimana hal itu sama sekali tidak sesuai dengan ukhuwah islamiah.

Dakwah islamiah itu bersifat umum; untuk semua manusia. Dakwah itu bertujuan untuk menyatukan, bukan memecah belah. Dakwah ini tidak akan mungkin bangkit dan beraktivitas di jalannya, kecuali oleh orang yang bersih dari segala warna yang melingkupinya, sehingga ia pun ikhlas karena Allah semata. Pada awalnya, pernyataan ini tentu sulit diterima oleh jiwa-jiwa yang ambisius, yang ingin meraih kedudukan dan harta kekayaan melalui golongan dan jamaahnya. Oleh karena itu, kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan karena mempertahankan unsur-unsur yang saleh, sehingga tabir itu akan segera terkuak dan manusia akan mengetahui sebagian hakikat yang tersembunyi. Pada akhirnya, mereka akan kembali kepada khithah utama dan hati mereka dipenuhi oleh rasa yakin dan percaya.

Sekarang ketika perangkat dakwah semakin kuat, tiang penyangganya semakin kukuh sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan, mempengaruhi dan bukan dipengaruhi maka kita persilakan dengan hormat kepada para tokoh, pembesar, golongan dan organisasi untuk bergabung, meniti jalan dan beraktivitas bersama kami. Pada saat yang sama, mereka harus mau meninggalkan kebangggaan-kebanggaan kososng yang tidak bermakna, bersatu di bawah panji Al-Quran yang agung, bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh, dan berjalan di atas manhaj Islam yang lurus.

Jika mereka berkenan menyambut panggilan ini maka itulah kebaikan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Dakwah pun akan dapat memaksimalkan penggunaan waktu dan mengoptimalkan potensi bersama mereka. Namun, jika mereka menolak, itu pun tidak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sembari memohon ma’unah kehadirat Allah, sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan sirnalah apa saja yang ada di tangan mereka. Pada akhirnya, mau tidak mau, mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati, walau mereka dulu menjadi tokoh penentang utamanya. Allah Maha memenangkan perkara-Nya, tetapi sebagian manusia tidak mengetahui.

Sumber : Risalah Pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun 1, hal 254

Continue reading...

Selasa, 21 April 2009

KINGDOM OF HEAVEN, JERUSALEM DI MATA SALAHUDDIN

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film yang katanya sudah lawas sekali. Kingdom Of Heaven. Mulanya saya menonton film ini karena ada seorang teman yang menyuruh saya melihat trailer film tersebut yang dia unduh dari internet, awalnya tak saya gubris sampai akhirnya secara tak sengaja saya lihat juga trailer itu. Sepertinya dalam urusan seperti ini saya akan menjadi orang yang selalu terlambat. Tapi tak apalah bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Kingdom Of Heaven merupakan film kolosal yang bercerita tentang perebutan kota yerusalem antara kaum kristiani dengan tentara salibnya dan kaum muslim yang dipimpin salahuddin.

Cerita dimulai dengan diajaknya Balian (seorang Pandai Besi) oleh Godfrey (seorang Baron) yang ternyata adalah ayahnya sendiri untuk ikut ke Jerusalem sebagai penebusan dosanya yang telah menelantarkan anaknya selama ini. Di sisi lain, Balian yang baru saja kehilangan istrinya yang meninggal akibat bunuh diri saat itu merasa amat berdosa dan rapuh, dengan pertimbangan tersebut maka akhirnya ia ikut dalam rombongan tentara salib yang akan ke Jerusalem.

Namun akibat serangan dalam perjalanan, Godfrey meninggal sebelum sampai ke Jerusalem. Akhirnya Balian pun diangkat menjadi ksatria dan diminta untuk bersumpah setia melindungi raja mereka di Jerusalem oleh Godfrey sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Di Jerusalem ia terlibat cinta lokasi dengan adik raja yang merupakan istri dari Guy d’ Lusignan, Sybilla. Konflik pun terjadi karena sejak awal Balian dan Guy d’ Lusignan punya hubungan yang kurang baik.

Balian terlibat perang pertama kali ketika ia harus menahan serangan salahuddin yang akan menyerang Kerak (benteng Reynald D Chantillon). Ia ingin menuntut balas atas kematian rombongan muslim yang dibantai oleh Reynald d’ Chantillon. Kalah jumlah, Balian dengan mudah dilumpuhkan, beruntung ia tak dibunuh karena pemimpin perang pasukan muslim saat itu sudah kenal sebelumnya dengannya.

Di saat genting itu kemudian muncullah rombongan tentara salib yang sudah siap berperang. Dua rombongan besar yang sudah siap berperang pun sudah saling berhadapan. Tinggal menunggu instruksi untuk menyerang maka meletuslah perang. Namun kemudian, pasukan tentara salib yang langsung dipimpin oleh raja mereka meminta perundingan. Dan terjadilah perundingan antara Raja dengan Salahuddin. Jaminan Reynald d’ Chantillon akan dihukum membuat pasukan salahuddin mundur dan tak jadi menyerang Kerak.

Beberapa hari setelah itu, Raja meninggal akibat penyakit kusta yang dideritanya. Balian yang diminta untuk menikahi Sybilla oleh raja agar dapat menggantikannya menolak keinginan tersebut. Jadilah Guy d’ Lusignan yang menggantikan Raja baru Jerusalem. Guy d’ Lusignan yang gila perang membebaskan Reynald d’ Chantillon dan menyuruhnya membunuh kaum muslim termasuk adik salahuddin.

Mengetahui adiknya dibunuh dan kesepakatan telah dilanggar maka Salahuddin pun menyatakan perang kembali untuk merebut Jerusalem. Bak gayung bersambut, keinginan salahuddin tersebut langsung direspon positif oleh Guy d’ Lusignan. Dengan dukungan hampir seluruh Baron -kecuali Balian dan Tiberias- Guy d’ Lusignan berniat menyongsong serangan itu. Dan berangkatlah Pasukan salib ke medan pertempuran meski telah diperingatkan oleh Balian bahwa mereka akan kalah karena kurangnya persediaan air.

Benar saja, Pasukan itu dengan mudah dilumpuhkan Salahuddin. Dan target serangan berikutnya ialah membebaskan Paletina. Perlahan tapi pasti Pasukan Salahuddin menuju Jerusalem. Balian yang bertekad mempertahankan Jerusalem menyusun strategi dan membakar semangat penduduk kota untuk berperang bersamanya mempertahankan Jerusalem.

Sampailah pasukan Salahuddin di Jerusalem, Serangan gencar pun segera dilakukan untuk menembus dinding kota. Sementara Balian dengan sangat gigih berusaha mempertahankannya. Ratusan jiwa hilang karena perang tersebut. Hingga suatu hari runtuh lah dinding kota tersebut, perang langsung tak dapat dihindarkan, korban dari kedua belah pihak semakin banyak.

Akhirnya, Salahuddin menawarkan kesepakatan pada Balian. Ia meminta Balian menyerahkan Jerusalem padanya dan orang-orang kristiani akan mendapat jaminan pulang kembali ke negerinya dengan selamat. Balian yang masih ragu dengan kesepakatan itu awalnya tak ingin percaya, karena ketika tentara salib merebut Jerusalem seluruh kaum muslim dibantai tanpa ampun. Tapi kata-kata Salahuddin selanjutnya mampu meyakinkannya, “Aku bukan orang seperti itu, Aku Salahuddin, Salahuddin.”

Dan dengan kesepakatan itu Jerusalem diserahkan kepada Salahuddin dan orang-orang kristiani yang ingin kembali ke negerinya dikawal hingga ke pelabuhan sebagai jaminan keselamatan.

“Kalau ini memang kerajaan surga biarlah Tuhan yang mengatur sesuai kehendaknya” -BALIAN-

***

Film kolosal memang selalu menarik, tema cerita yang tak melulu sama seperti film pada umumnya menjadi daya tarik sendiri. Keterlibatan banyak orang sebagai pasukan perang juga menjadikan film-film seperti ini luar biasa. Hukum newton ketiga memang sangat berperan di dunia ini, termasuk dalam pembuatan film.

Pesan yang ingin diberikan dari film ini adalah tentang kerukunan hidup antar umat beragama. Bahwa dengan menaati kesepakatan maka sebenarnya tak perlu timbul perang. Namun kemudian ego dan kerakusan manusia –dunia sanggup memenuhi segala kebutuhan manusia, tapi tidak untuk kerakusannya (Mahatma Gandhi)- membuat kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat kerap kali dilanggar yang pada akhirnya hanya merugikan dirinya sendiri.

Kemudian sosok Balian serta Salahuddin juga patut dijadikan sebagai contoh pahlawan, dimana dua orang ini telah berjuang dengan sangat gigih mempertahankan keyakinannya masing-masing. Panglima-panglima besar, ahli strategi yang telah berperang dengan sangat luar biasa. Sekaligus mengajarkan bahwa dalam perang tak selamanya kemenangan diraih dengan menghancurkan salah satu pihak. Adakalanya kemenangan mampu diraih dengan tetap memberikan kemenangan pada pihak yang lain. semoga nilai-nilai kepahlawanan yang mereka tunjukkan mampu diwarisi tak hanya sekedar dikagumi.

Dan yang pasti hingga saat ini masalah Jerusalem (Jerusalem) adalah masalah kita bersama. Pembantaian dan penjajahan yang saat ini sedang terjadi disana merupakan tanggung jawab seluruh kaum muslim, bukan hanya penduduk disana. Tak seharusnya kita menutup mata atas itu semua, karena bukankah pengibaratan kaum muslim itu adalah seperti satu tubuh. Karena itu saat ini perlu adanya kemunculan orang seperti Salahuddin yang mati-matian memperjuangkan Jerusalem. Lantas dimana orang itu berada saat ini? Jangan tanya, dia adalah saya, anda dan mereka semua yang memang peduli terhadap Jerusalem. Orang-orang yang memiliki kesamaan pemikiran seperti yang dikatakan oleh Salahuddin tentang nilai Jerusalem bagi kaum muslim. “Nothing, but EVERYTHING.”

***

Continue reading...

Rabu, 25 Maret 2009

Pagi ini dengan SLUMDOG MILLIONAIRE




Pagi ini badan saya masih tak karuan meski sudah agak mendingan. Setelah sarapan dan minum obat warungan, tak ada lagi yang saya kerjakan kecuali tiduran. Tapi kemudian saya teringat ada film di laptop yang masih belum sempat saya tonton. Slumdog Millionaire, –akhirnya saya harus menggadaikan idealisme saya untuk ini- film ini saya ambil dari teman saya beberapa waktu lalu. Sudah lama ingin menonton film ini, tapi baru kesampaian pagi ini.

Film ini berkisah tentang seorang Office Boy (Chaiwalla) di sebuah operator telepon (XL5) bernama Jamal Malik yang berhasil memenangkan hadiah utama sebesar 20.000 .000 rupees dalam kuis Who Wants To Be a Millionaire (WWTBM). Jawaban demi jawaban berhasil dijawabnya, jalan yang kemudian mengantarkannya dicurigai telah mencuri jawaban.

Hasilnya, Jamal pun ditangkap dan diinterogasi oleh polisi. Berbagai penyiksaan diterimanya agar membuatnya mengaku telah mencuri jawaban. Namun, hal ini justru mengungkap kejujuran dirinya. Semua pertanyaan yang diberikan padanya merupakan refleksi perjalanan hidupnya sejak kecil hingga dewasa.

Dan ketika semua tak terbuktikan Jamal pun dilepas untuk menghadapi tantangan terakhirnya, menjawab pertanyaan pamungkas dan menemukan cinta sejatinya, Latika.

Banyak hal menarik dalam film ini. Tapi satu hal yang selalu jadi kesamaan, kemiskinan selalu menjadi bahan yang menarik untuk dijual. Kemiskinan yang selalu hadir dimanapun selalu jadi sorotan sebagi sumber kejahatan atau simpati orang untuk memberikan sumbangan. Tapi selalu ada yang luput dari dari pengamatan orang-orang awam, bahwa kemiskinan yang kadang membuat orang-orang lebih kreatif bahkan lebih cerdas baik secara intelektual maupun emosional ketimbang orang kaya yang selalu hidup dalam kenyamanan.

Hal menarik lainnya adalah ketika mengetahui ternyata motif Jamal mengikuti WWTBM bukan demi uang melainkan untuk mencari cintanya yaitu Latika yang menyukai acara tersebut. Sebuah pelajaran menarik buat saya bahwa uang kadang tak lebih berharga dari rasa cinta kita kepada sesama.

Dan endingnya film ini, semua berakhir bahagia. Jamal bertemu dengan Latika. Salim (Kakak Jamal) mati ditembak di tumpukan uang yang ditaruhnya di bath tub, begitupun dengan Jhaved dan Maman (preman mumbay) yang sebelumnya tewas dibunuh salim. Semua mendapatkan balasan yang setimpal. Yang baik untuk yang baik dan yang jahat untuk yang jahat, maka begitu pula dengan perbuatan kita, perbuatan baik akan berakhir baik, perbuatan jahat akan menerima balasannya.

Sama seperti death note yang saya tonton, maka film inipun tak meninggalkan ciri khas dan akar budaya india. Walau tak seperti film India kebanyakan yang banyak nyanyi dan tariannya tapi di akhir film tarian dan nyanyian ini tetap ada dengan melibatkan banyak penari yang memenuhi hampir satu peron. Tak peduli betapa banyak yang bilang kalau hal ini norak dan ketinggalan zaman, india tetap bangga dengan ciri khas filmnya ini. Ciri khas yang masih belum dapat saya temukan dalam film-film karya negeri saya.INDONESIA.
Continue reading...