Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2009

YAGAMI LIGHT..

















YAGAMI LIGHT..

Ketika Keadilan terlalu Idealis..
Kesejahteraan akan utopis, Continue reading...

Selasa, 21 April 2009

KINGDOM OF HEAVEN, JERUSALEM DI MATA SALAHUDDIN

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film yang katanya sudah lawas sekali. Kingdom Of Heaven. Mulanya saya menonton film ini karena ada seorang teman yang menyuruh saya melihat trailer film tersebut yang dia unduh dari internet, awalnya tak saya gubris sampai akhirnya secara tak sengaja saya lihat juga trailer itu. Sepertinya dalam urusan seperti ini saya akan menjadi orang yang selalu terlambat. Tapi tak apalah bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Kingdom Of Heaven merupakan film kolosal yang bercerita tentang perebutan kota yerusalem antara kaum kristiani dengan tentara salibnya dan kaum muslim yang dipimpin salahuddin.

Cerita dimulai dengan diajaknya Balian (seorang Pandai Besi) oleh Godfrey (seorang Baron) yang ternyata adalah ayahnya sendiri untuk ikut ke Jerusalem sebagai penebusan dosanya yang telah menelantarkan anaknya selama ini. Di sisi lain, Balian yang baru saja kehilangan istrinya yang meninggal akibat bunuh diri saat itu merasa amat berdosa dan rapuh, dengan pertimbangan tersebut maka akhirnya ia ikut dalam rombongan tentara salib yang akan ke Jerusalem.

Namun akibat serangan dalam perjalanan, Godfrey meninggal sebelum sampai ke Jerusalem. Akhirnya Balian pun diangkat menjadi ksatria dan diminta untuk bersumpah setia melindungi raja mereka di Jerusalem oleh Godfrey sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Di Jerusalem ia terlibat cinta lokasi dengan adik raja yang merupakan istri dari Guy d’ Lusignan, Sybilla. Konflik pun terjadi karena sejak awal Balian dan Guy d’ Lusignan punya hubungan yang kurang baik.

Balian terlibat perang pertama kali ketika ia harus menahan serangan salahuddin yang akan menyerang Kerak (benteng Reynald D Chantillon). Ia ingin menuntut balas atas kematian rombongan muslim yang dibantai oleh Reynald d’ Chantillon. Kalah jumlah, Balian dengan mudah dilumpuhkan, beruntung ia tak dibunuh karena pemimpin perang pasukan muslim saat itu sudah kenal sebelumnya dengannya.

Di saat genting itu kemudian muncullah rombongan tentara salib yang sudah siap berperang. Dua rombongan besar yang sudah siap berperang pun sudah saling berhadapan. Tinggal menunggu instruksi untuk menyerang maka meletuslah perang. Namun kemudian, pasukan tentara salib yang langsung dipimpin oleh raja mereka meminta perundingan. Dan terjadilah perundingan antara Raja dengan Salahuddin. Jaminan Reynald d’ Chantillon akan dihukum membuat pasukan salahuddin mundur dan tak jadi menyerang Kerak.

Beberapa hari setelah itu, Raja meninggal akibat penyakit kusta yang dideritanya. Balian yang diminta untuk menikahi Sybilla oleh raja agar dapat menggantikannya menolak keinginan tersebut. Jadilah Guy d’ Lusignan yang menggantikan Raja baru Jerusalem. Guy d’ Lusignan yang gila perang membebaskan Reynald d’ Chantillon dan menyuruhnya membunuh kaum muslim termasuk adik salahuddin.

Mengetahui adiknya dibunuh dan kesepakatan telah dilanggar maka Salahuddin pun menyatakan perang kembali untuk merebut Jerusalem. Bak gayung bersambut, keinginan salahuddin tersebut langsung direspon positif oleh Guy d’ Lusignan. Dengan dukungan hampir seluruh Baron -kecuali Balian dan Tiberias- Guy d’ Lusignan berniat menyongsong serangan itu. Dan berangkatlah Pasukan salib ke medan pertempuran meski telah diperingatkan oleh Balian bahwa mereka akan kalah karena kurangnya persediaan air.

Benar saja, Pasukan itu dengan mudah dilumpuhkan Salahuddin. Dan target serangan berikutnya ialah membebaskan Paletina. Perlahan tapi pasti Pasukan Salahuddin menuju Jerusalem. Balian yang bertekad mempertahankan Jerusalem menyusun strategi dan membakar semangat penduduk kota untuk berperang bersamanya mempertahankan Jerusalem.

Sampailah pasukan Salahuddin di Jerusalem, Serangan gencar pun segera dilakukan untuk menembus dinding kota. Sementara Balian dengan sangat gigih berusaha mempertahankannya. Ratusan jiwa hilang karena perang tersebut. Hingga suatu hari runtuh lah dinding kota tersebut, perang langsung tak dapat dihindarkan, korban dari kedua belah pihak semakin banyak.

Akhirnya, Salahuddin menawarkan kesepakatan pada Balian. Ia meminta Balian menyerahkan Jerusalem padanya dan orang-orang kristiani akan mendapat jaminan pulang kembali ke negerinya dengan selamat. Balian yang masih ragu dengan kesepakatan itu awalnya tak ingin percaya, karena ketika tentara salib merebut Jerusalem seluruh kaum muslim dibantai tanpa ampun. Tapi kata-kata Salahuddin selanjutnya mampu meyakinkannya, “Aku bukan orang seperti itu, Aku Salahuddin, Salahuddin.”

Dan dengan kesepakatan itu Jerusalem diserahkan kepada Salahuddin dan orang-orang kristiani yang ingin kembali ke negerinya dikawal hingga ke pelabuhan sebagai jaminan keselamatan.

“Kalau ini memang kerajaan surga biarlah Tuhan yang mengatur sesuai kehendaknya” -BALIAN-

***

Film kolosal memang selalu menarik, tema cerita yang tak melulu sama seperti film pada umumnya menjadi daya tarik sendiri. Keterlibatan banyak orang sebagai pasukan perang juga menjadikan film-film seperti ini luar biasa. Hukum newton ketiga memang sangat berperan di dunia ini, termasuk dalam pembuatan film.

Pesan yang ingin diberikan dari film ini adalah tentang kerukunan hidup antar umat beragama. Bahwa dengan menaati kesepakatan maka sebenarnya tak perlu timbul perang. Namun kemudian ego dan kerakusan manusia –dunia sanggup memenuhi segala kebutuhan manusia, tapi tidak untuk kerakusannya (Mahatma Gandhi)- membuat kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat kerap kali dilanggar yang pada akhirnya hanya merugikan dirinya sendiri.

Kemudian sosok Balian serta Salahuddin juga patut dijadikan sebagai contoh pahlawan, dimana dua orang ini telah berjuang dengan sangat gigih mempertahankan keyakinannya masing-masing. Panglima-panglima besar, ahli strategi yang telah berperang dengan sangat luar biasa. Sekaligus mengajarkan bahwa dalam perang tak selamanya kemenangan diraih dengan menghancurkan salah satu pihak. Adakalanya kemenangan mampu diraih dengan tetap memberikan kemenangan pada pihak yang lain. semoga nilai-nilai kepahlawanan yang mereka tunjukkan mampu diwarisi tak hanya sekedar dikagumi.

Dan yang pasti hingga saat ini masalah Jerusalem (Jerusalem) adalah masalah kita bersama. Pembantaian dan penjajahan yang saat ini sedang terjadi disana merupakan tanggung jawab seluruh kaum muslim, bukan hanya penduduk disana. Tak seharusnya kita menutup mata atas itu semua, karena bukankah pengibaratan kaum muslim itu adalah seperti satu tubuh. Karena itu saat ini perlu adanya kemunculan orang seperti Salahuddin yang mati-matian memperjuangkan Jerusalem. Lantas dimana orang itu berada saat ini? Jangan tanya, dia adalah saya, anda dan mereka semua yang memang peduli terhadap Jerusalem. Orang-orang yang memiliki kesamaan pemikiran seperti yang dikatakan oleh Salahuddin tentang nilai Jerusalem bagi kaum muslim. “Nothing, but EVERYTHING.”

***

Continue reading...

Minggu, 08 Maret 2009

KP yang MEMALUKAN..

Kebanggaan dan memalukan merupakan sesuatu yang bertolak belakang. Hampir tak ada orang yang selalu berbuat hal yang membanggakan, pastilah suatu saat ia pernah melakukan hal memalukan.

Saat ini, saya mengalami hal itu. Hal ini sangat mengganggu saya, bagaimana mungkin apa yang selalu saya banggakan selama ini ternyata mengandung kenyataan yang sangat memalukan. Apa yang selama ini saya kagumi sekalipun tak pernah mengerti ternyata adalah sesuatu yang menjadi olokan, cibiran dan kerap dianggap sebagai sampah masyarakat.

Cerita tentang heroismenya kini tak mampu lagi membuat saya tegak menatap dunia, yang terbayang kemudian selalu saja hal memalukan tersebut. Saya tak pernah habis pikir bagaimana mungkin ini semua bisa terjadi. Baiklah, mungkin ini kelihatan sepele untuk sebagian orang tapi tidak bagi saya yang terlanjur kagum padanya.

Tulisan kali ini adalah tentang kenyataan bahwa arjuna adalah seorang banci.

Buku mahabharata yang saya beli mengungkapnya. Kenyataan ini saya dapati ketika keluarga pandawa harus menjalani hidup dalam penyamaran di tahun ketiga belas masa hukumannya. Satu persatu dari mereka harus menyamar tanpa seorangpun boleh mengenali. Jadilah kemudian mereka mulai berperan sebagai orang lain. Yudhistira saudara tertuanya harus menyamar sebagai sanyasin (penasihat raja Matsya, Wirata), Bhimasena menjadi juru masak istana. Nakula dan Sahadewa menjadi tukang kuda dan gembala sapi. Sedang Draupadi (istri bersama pandawa) menjadi sairandri (pelayan permasiuri raja).

Lantas Arjuna, saudara pandawa yang paling sakti mandraguna dan ahli mengunakan berbagai macam senjata. Menyamar sebagai apa dia? Ini yang kemudian membuat saya shock. Arjuna, ksatria tanpa tanding itu menyamar menjadi perempuan dan guru tari.

Ingin teriak saya rasanya mengetahui hal ini,

Kutuk pastu (KP) yang didapatkan Arjuna dari Urwasi karena menolak asmaranya membuatnya menjadi banci. Karena itu ia dapat bertingkah laku seperti perempuan kapanpun dia mau. Yah, kutuk pastu (KP) adalah kutukan yang menjadi kenyataan.

Selalu saja ada hal memalukan di balik kebanggaan-kebanggaan
Continue reading...

Kamis, 29 Januari 2009

Ini Aku..

Kitalah yang mengetahui bagaimana kita yang sebenarnya, orang lain mungkin hanya menilai dari luar saja. Walau memang tak bisa dinafikan kadang aku memerlukan bantuan serta masukan dari orang lain untuk mengetahu nilai diriku sendiri. Masukan yang bisa menjadi bahan evaluasi bagaimana aku selama ini bersikap dalam hubungan sosialku.

Kata orang : Aku orang yang jalan pikirannya suka mengejutkan, emosian, keras kepala, galak, pikirannya sering berubah tak bisa ditebak.

Kata Orang Juga : aku orangnya textbook, tak punya ritme, datar, punya dunia sendiri yang buat jauh dengan yang lain.

Tapi aku tahu bagaimana aku,

Saat ini aku adalah orang yang susah percaya dengan orang lain, dan sampai sekarang tak banyak orang yang bisa kupercaya. Aku punya sikap individualitas yang tinggi, sebuah sikap yang kata banyak orang tak bagus tapi aku yakin ini yang harus dimiliki agar ketergantungan terhadap orang lain yang sudah mengakar bisa hilang. Sebuah sikap yang kupercaya akan menumbuhkan kemandirian. Aku tak suka disuruh, didikte atau diperintah. Apalagi oleh orang yang menurutku tak lebih baik dariku.

Inilah aku..
Continue reading...

Rabu, 28 Januari 2009

PENULIS BESAR YANG TERASING DI NEGERI SENDIRI,,

Pramoedya ananta Toer (PAT), rasanya tak ada yang tak pernah dengar nama orang yang satu ini. Tiap kali ke toko buku aku selalu melihat karya-karyanya atau karya orang lain yang bercerita tentang dia terpajang di rak. Begitu seringnya aku bolak-balik ke toko buku tapi baru 2 hari yang lalu aku tergelitik untuk membeli buku tentang dirinya.

“aku terbakar amarah sendirian” ini judul bukunya. Perbincangan antara PAT dengan Andre Vitchek (penulis, analis politik, wartawan dan pembuat film di AS) dan Rossie Indira (arsitek dan analis bisnis, serta penulis di jakarta post).

Dalam buku kecil itu diceritakan bagaimana pandangan PAT tentang keadaan Indonesia saat ini. Sekilas membaca, aku dapat mengambil kesimpulan bagaimana PAT. Sosok yang sangat mengerikan bagiku. Ia adalah seorang yang tidak memeluk agama apapun, baginya tak ada yang bisa dipercaya selain dirinya sendiri. Pramis itu ideologinya. Kekuasaan Tuhan yang tanpa batas ditentangnya. Baginya segala pencapaian yang dicapai manusia adalah atas usaha manusia, penyerahan diri kepada Tuhan dianggapnya hanyalah ungkapan buatan manusia. Namun yang menarik adalah betapapun besarnya rasa kecewa yang ia alami kepada Tuhan tak pernah sekalipun ia mengkritik agama dalam tulisan-tulisannya.

Aku dapat merasakan kekecewaan yang begitu mendalam dalam diri PAT kepada Tuhan. Setelah kup 1965, PAT ditangkap (bahasa aparat waktu itu “diamankan”.red) tanpa alasan yang jelas. 10 tahun lamanya ia ditahan, berpindah-pindah tempat pengasingan tanpa pernah tahu apa salahnya. Tanpa pernah diadili. Melihat orang-orang yang dibunuh hanya karena kesalahan sepele. Mulai saat itu ia mempertanyakan tentang Tuhan. Kesempatan hidup yang masih dia dapatkan sampai saat ia dilepaskan dari tahanan dianggapnya lebih karena usahanya menjalin relasi dengan dunia internasional. Sehingga para sipir tak berani membunuhnya karena ia mendapatkan perhatian dari dunia Internasional.

Banyak karya sastranya yang dibakar oleh pemerintah saat itu. Sebagian yang ada sekarang lebih karena ia berhasil menyelundupkan naskah-naskahnya ke luar negeri dan diterbitkan disana. Karya yang paling fenomenal yang membuatnya terkenal di dunia adalah ‘Tetralogi Buru’, pengalaman pribadinya ketika di tahanan.

Ia juga menggugat mengapa Indonesia terpuruk sampai saat ini. Mengapa Indonesia bisa begitu lamanya dijajah Belanda. Jawanisme. Ini penyebabnya menurut dia. awalnya aku sempat heran apa yang membuatnya sampai pada pemikiran seperti ini. Tapi kemudian aku tahu bahwa menurut dia pengertian jawanisme adalah sebuah ketaatan dan kesetiaan pada atasan. Seperti taklid buta. Dan ini yang sudah tertanam di dalam diri orang Indonesia.

Oleh karena itu, bagaimanapun penguasa menginjak bahkan menyiksa rakyatnya tak ada yang berani menentantang.

Satu hal yang kusenangi adalah, keberpihakannya pada angkatan muda dan cukup tahu diri kalau dia sudah terlalu tua. Baginya perubahan Indonesia hanya dapat dilakukan oleh angkatan muda untuk itu perlu adanya calon pemimpin dari angkatan muda yang memiliki wawasan keindonesiaan yang luas dan memiliki visi, misi serta kapabilitas.

Satu lagi pribadi unik dan menarik di negeri ini. Pribadi yang coba merubah negeri ini dengan caranya sendiri.
Continue reading...