I guess this time you're really leaving
I heard your suitcase say goodbye
And as my broken heart lies bleeding
You say true love in suicide
You say you're cried a thousand rivers
And now you're swimming for the shore
You left me drowning in my tears
And you won't save me anymore
Now I'm praying to God
You'll give me one more chance, girl
I'll be there for you
These five words I swear to you
When you breathe I want to be the air for you
I'll be there for you
I'd live and I'd die for you
Steal the sun from the sky for you
Words can't say what a love can do
I'll be there for you
I know you know we're had some good times
How they have their own hiding place
I can promise you tomorrow
But I can't buy back yesterday
And baby you know my hands are dirty
But I wanted to be your valentine
I'll be the water when you get thirsty, baby
When you get drink, I'll be the wine
I'll be there for you
These five words I swear to you
When you breathe I want to be the air for you
I'll be there for you
I'd live and I'd die for you
Steal the sun from the sky for you
Words can't say what a love can do
I'll be there for you
And I wasn't there when you were happy
I wasn't there when you were down
I didn't mean to miss your birthday, baby
I wish I'd seen you blow those candles out
I'll be there for you
These five words I swear to you
When you breathe I want to be the air for you
I'll be there for you
I'd live and I'd die for you
Steal the sun from the sky for you
Words can't say what a love can do
I'll be there for you
(BON JOVI)
Continue reading...
Jumat, 10 Juli 2009
Senin, 06 Juli 2009
06/07/09
Senin ini memulai pagi dengan langsung pergi ke engku putri. Resiko jadi pengangguran, lama-lama di rumah terus bisa gila jadinya. Cuaca Batam masih tak bagus, pagi ini mendung masih menyelimuti. Matahari belum memperlihatkan tanda-tanda akan menampakkan diri, tapi hidup harus terus berlari.
Di seberang sana, pegawai PEMKO akan melaksanakan upacara bendera. Kegiatan ini benar-benar hanya menjadi seremonial belaka, rutinitas tanpa meninggalkan bekas.
Malam ini harusnya ada pertemuan lagi tapi saya tak ingin mengingatkan, kalau dia tak ingat biarlah saya tak datang. Rasanya sudah cukup nyaman seperti ini. Walau rasanya membosankan, tapi sepertinya ini karena hanya belum terbiasa. Tinggal mencoba untuk beradaptasi sedikit maka segalanya selesai.
---
Tinggal beberapa hari lagi Pilpres akan dilaksanakan, tadi malam Megawati dan Jusuf Kalla mengadakan konferensi pers di kantor muhammadiyah. Menuntut perbaikan DPT. Ada-ada saja tingkah elit di negeri ini. terlepas dari membela hak rakyat yang hilang -ini alasan di media. tentu saja di balik itu pasti ada maksud lainnya.
Tapi tak boleh prasangka katanya, karena sebagian dari prasangka itu dosa. ya, terhadap para elit kita tidak boleh berprasangka. Karena apapun yang mereka lakukan pasti telah melalui pertimbangan yang matang dan hasil rumusan terbaik dari musyawarah yang telah dilakukan. Rakyat hanya disini, diam, diarahkan dan disuruh mati di garis terdepan.
Sebuah bukti bahwa mayoritas tak bisa menang dari minoritas. terhadap elit (minoritas), rakyat (mayoritas) tak bisa menuntut haknya. Protes sedikit maka terhadap rakyat elit bebas mencaci maki, memarahi dan menyebutnya tak tahu diri. "Kalian tak tahu apa yang kami lakukan selama ini", bagaimana mungkin mau tahu kalau elit hanya bisa dekat rakyat jika saat "pemilihan" tiba. Setelah itu, mereka kembali ke menara gadingnya dan rakyat ditendang sejauh-jauhnya.
"Minggir, biar ini urusan kami", kata elit dengan lagaknya sok pahlawan.
Yah, Rakyat memang selalu sendiri.
Continue reading...
Di seberang sana, pegawai PEMKO akan melaksanakan upacara bendera. Kegiatan ini benar-benar hanya menjadi seremonial belaka, rutinitas tanpa meninggalkan bekas.
Malam ini harusnya ada pertemuan lagi tapi saya tak ingin mengingatkan, kalau dia tak ingat biarlah saya tak datang. Rasanya sudah cukup nyaman seperti ini. Walau rasanya membosankan, tapi sepertinya ini karena hanya belum terbiasa. Tinggal mencoba untuk beradaptasi sedikit maka segalanya selesai.
---
Tinggal beberapa hari lagi Pilpres akan dilaksanakan, tadi malam Megawati dan Jusuf Kalla mengadakan konferensi pers di kantor muhammadiyah. Menuntut perbaikan DPT. Ada-ada saja tingkah elit di negeri ini. terlepas dari membela hak rakyat yang hilang -ini alasan di media. tentu saja di balik itu pasti ada maksud lainnya.
Tapi tak boleh prasangka katanya, karena sebagian dari prasangka itu dosa. ya, terhadap para elit kita tidak boleh berprasangka. Karena apapun yang mereka lakukan pasti telah melalui pertimbangan yang matang dan hasil rumusan terbaik dari musyawarah yang telah dilakukan. Rakyat hanya disini, diam, diarahkan dan disuruh mati di garis terdepan.
Sebuah bukti bahwa mayoritas tak bisa menang dari minoritas. terhadap elit (minoritas), rakyat (mayoritas) tak bisa menuntut haknya. Protes sedikit maka terhadap rakyat elit bebas mencaci maki, memarahi dan menyebutnya tak tahu diri. "Kalian tak tahu apa yang kami lakukan selama ini", bagaimana mungkin mau tahu kalau elit hanya bisa dekat rakyat jika saat "pemilihan" tiba. Setelah itu, mereka kembali ke menara gadingnya dan rakyat ditendang sejauh-jauhnya.
"Minggir, biar ini urusan kami", kata elit dengan lagaknya sok pahlawan.
Yah, Rakyat memang selalu sendiri.
Kamis, 02 Juli 2009
Find Real MR,, [LAGI]
Jika aku berguru, aku tak meminta guru yang dapat
mengajariku punya kemampuan terbang dan menghilang.
Cukuplah bagiku jika sang guru mau membimbingku
Untuk menyingkirkan batu di jalan,
Rela pada keberuntungan orang lain,
Sabar atas kemalangan diri sendiri,
Senang melihat tetangganya punya barang baru,
Mencintai anak-anak, menyayangi hewan...
Dari guruku, aku tidak mengharapkan pelajaran apapun
Selain pelajaran merendahkan diri dan merendahkan hati
Karena penyakit terbesarku saat ini adalah perasaan
bahwa aku ini ada, penting dan besar
Jika ada seseorang yang memiliki
kualitas kerendahan hati
Dalam artian yang sebenarnya,
Kepada merekalah aku datang berguru,,
(Prie GS, Nama Tuhan Dalam Sebuah Kuis)
Continue reading...
mengajariku punya kemampuan terbang dan menghilang.
Cukuplah bagiku jika sang guru mau membimbingku
Untuk menyingkirkan batu di jalan,
Rela pada keberuntungan orang lain,
Sabar atas kemalangan diri sendiri,
Senang melihat tetangganya punya barang baru,
Mencintai anak-anak, menyayangi hewan...
Dari guruku, aku tidak mengharapkan pelajaran apapun
Selain pelajaran merendahkan diri dan merendahkan hati
Karena penyakit terbesarku saat ini adalah perasaan
bahwa aku ini ada, penting dan besar
Jika ada seseorang yang memiliki
kualitas kerendahan hati
Dalam artian yang sebenarnya,
Kepada merekalah aku datang berguru,,
(Prie GS, Nama Tuhan Dalam Sebuah Kuis)
Langganan:
Postingan (Atom)


