Senin, 20 April 2009

BECOMING IMMORTAL

Manusia itu bagai rombongan seratus onta, hampir-hampir tak kau temukan ada yang layak diantara mereka untuk jadi penggembala. (Al Hadits)

Hadits di atas merupakan refleksi dari kekerdilan jiwa. Refleksi dimana dalam sejarah peradaban seorang manusia tidak akan pernah menjadi manusia dengan ‘M’ besar. Menjadi manusia biasa seperti layaknya orang kebanyakan. Tak ada yang spesial, tak ada ciri khas, tak menonjol dan biasa saja. Terus menjadi manusia-manusia kecil yang berjiwa kerdil.

Disebutkan Sayyid Quthb bahwa : “Siapa yang hidup bagi dirinya sendiri maka ia akan hidup sebagai manusia kecil dan mati sebagai manusia kecil. Sedangkan mereka yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai manusia besar dan takkan mati selamanya.”

Ternyata begitu mudahnya menjadi seorang manusia besar, kita hanya perlu menjadi orang yang mengabdikan diri kita pada kemaslahatan orang banyak, mendobrak status quo ‘seratus onta’. Karena dengan berarti bagi orang lain maka itu sama dengan menuliskan nama kita dalam lembaran hatinya, sedang berarti bagi diri sendiri sama saja dengan menggali kuburan kita dan masuk ke dalamnya bahkan sebelum waktunya.

Sekarang ini akan banyak kita temui orang-orang yang begitu mengutamakan kepentingan dirinya di atas kepentingan orang lain. Masing-masing kita hanya sibuk dengan hak-hak yang harus kita terima tanpa pernah sekalipun melihat apa kontribusi yang sudah kita berikan sebagai kontributor peradaban.

Andai kita semua bisa memaknai esensi sebenarnya dari kehidupan ini, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada orang lain. Maka seluruh orang di dunia ini akan lepas dari status ‘seratus onta’ dan hidup selamanya.

Karena sejatinya yang membuat abadi adalah kehendak orang lain untuk terus menghidupkan kita di tengah dirinya, di dalam komunitasnya sekalipun kita sudah tiada.

***

Continue reading...

Jumat, 17 April 2009

Masuk Koran,,

Hari ini nama saya muncul di koran lokal Kota ini (Batampos). Bukan karena pengiriman opini yang kerap saya lakukan tapi berita feature tentang proses quick count yang beberapa waktu lalu KAMMI selenggarakan.

Malu rasanya masuk koran seperti ini.

-semoga bukan dalam upaya untuk tetap exist-
Continue reading...

Selasa, 07 April 2009

REMINDER 2 ALL INDONESIAN CIVILIZATION,,

Continue reading...

Antara Tugas dan Waktu,,

Kemarin adalah saat dimana saya berkumpul kembali dengan teman-teman saya. Saya kangen mereka, setelah selama ini saya menghabiskan waktu di tempat magang dan berjumpa dengan orang-orang itu saja dan aktivitas yang itu-itu saja, kemarin saya kembali ke kampus rapat, diskusi dan tertawa bersama mereka. menikmati hari-hari akhir saya sebagai seorang mahasiswa.

otak saya yang kemarin sempat mandeg, tak bisa bekerja dengan normal dan malas selalu melakukan sesuatu kemarin berputar kembali. Dan berbagai macam proyek sudah menumpuk di depan mata. mulai dari akademis, organisasi, bisnis dan lainnya.

Hmm, tugas kita memang lebih banyak dari waktu yang tersedia..
Continue reading...

New Entry,,

Ini tulisan terbaru saya setelah sekian lama tak mengupdate blog ini. Dari kemarin selalu buka blog ini sebetulnya, hanya saja keinginan untuk menulis itu tak ada sama sekali. Sialnya sudah beberapa orang menugaskan saya untuk menulis yang hal itu tak dapat saya limpahkan atau sub-con kan ke orang lain. Tapi hal ini tak boleh terlalu lama terjadi, saya tak ingin terlalu lama berada dalam lembah kemalasan dalam diri.

Akhir-akhir ini keadaan semakin menarik. Beberapa tingkah teman-teman yang saya anggap terlalu kreatif menggebu-gebu, membuat perhatian saya tercuri padanya. Padahal tanpa harus memperhatikan permasalahan ini, sudah banyak permasalahan lain yang menumpuk.

Keputusan-keputusan yang diambil hanya berdasarkan lintasan-lintasan pikiran tanpa disertai data serta analisis mendalam membuat semuanya hampir tak lagi tersusun rapi. Keadaan yang terjadi sekarang malah parah sekali menurut saya. Pergolakan yang terjadi di internal benar-benar lebih membahayakan dibandingkan menghadapi musuh di luar. Tak lucu rasanya kalau hancur karena pertengkaran antar sesama. Alih-alih bertransformasi menjadi dewasa, yang terjadi malah pembuktian betapa tidak dewasanya dalam bersikap.

Tapi apapun yang terjadi itulah konsekuensinya, semoga bisa jadi pelajaran yang baik untuk semua.

yang lainnya adalah, betapa tak habis pikirnya saya mengetahui kenyataan bahwa orang-orang yang selama ini bergerak dalam komunitas ini ternyata hanyalah orang-orang ambisius yang mengejar sesuatu (saya tak ingin percaya ini sebenarnya). Satu persatu mundur dan atau menghilang begitu saja. Tak mau lagi sharing, tak mau lagi cerita dan tak mau lagi bergerak dalam barisan ini.

Semoga mereka cepat kembali..

Continue reading...